Articles

Home // Digital Marketing // Peranan Marketing dan Inovasi Di Industri Klinik Kecantikan Indonesia

Peranan Marketing dan Inovasi Di Industri Klinik Kecantikan Indonesia

Berbicara tentang industri kecantikan dengan pertumbuhan dua digit (16%) di Indonesia, tentu tidak lepas dari bisnis klinik kecantikan yang terbagi menjadi perusahaan Market Leader, Market Challenger, Market Follower dan Market Nicher. Beberapa nama yang terkenal sebagai penguasa pangsa pasar adalah Erha Clinic sebagai Market Leader dan Zap Clinic sebagai Market Challenger pada dekade lalu.

Strategi perusahaan Erha Clinic sebagai salah satu Market Leader di industri kecantikan yang berdiri sejak 1999 adalah dengan selalu menitikberatkan pada strategi inovasi dan marketing sebagai budaya perusahaannya, terbukti dengan diraihnya penghargaan atas inovasi yang dilakukannya :

Erha Clinic pun menyadari bahwa selain pengunjung wanita,  dalam 5-6 tahun terakhir ternyata pengunjung pria cukup melonjak dan bisa mencapai 20% dari keseluruhan pasien yang berkunjung ke mereka.

Karena itu mereka menerapkan strategi marketing yang menyasar pada segmen pasar wanita dan juga pria, sebagai contoh jika sebelumnya mengandalkan pemasaran tradisional seperti ATL (Above The Line) berupa iklan majalah dan tabloid serta BTL (Below The Line) berupa pemasangan billboard di jalan-jalan protokol,

Untuk saat ini Erha Clinic pun sudah menerapkan Digital Marketing di industri kecantikan dengan mulai memanfaatkan website pada tahun 2010, social media marketing hingga memasuki pasar e-commerce pada tahun 2018. Sebagai contoh dari campaign online mereka sejumlah 28 iklan pada bulan Juli bisa dilihat sebagai berikut :

Source : https://www.facebook.com/ads/library/

Sedangkan Zap Clinic sebagai Market Challenger yang berdiri pada tahun 2009, mengandalkan pada kekuatan strategi marketing melalui penggunaan Digital Marketing sejak awal berdirinya dengan membuat website sendiri, penggunaan iklan facebook dan bahkan melayani chat sendiri seperti yang dituturkan Fadly Sahab sebagai pendirinya. Selain pemilik, di dalam ZAP, Fadli pun menjabat sebagai marketing. Sementara untuk pengembangan treatment dia menyerahkan sepenuhnya pada tim dokter dermatologis. (Dikutip dari : CNBC Indonesia)

Strategi inovasi CRM (Customer Relationship Management) pun dilakukan untuk menyegarkan konsep kliniknya, antara lain menyediakan sistem Online Booking di Instagram, YouTube, dan website Zapclinic.com, yang sistemnya terintegrasi dengan seluruh jaringan gerai ZAP Clinic. Sistem ini menghemat waktu pelanggan; pelanggan tidak perlu menunggu berjam-jam untuk mendapatkan perawatan, juga bisa pindah ke gerai ZAP Clinic lainnya karena data serta riwayat perawatan mudah diakses. “Mereka bisa mendapat perawatan yang sama dan hanya butuh waktu 15-30 menit dan tidak perlu membuang-buang waktu karena harus mengantre berjam-jam setiap kali ingin mendapatkan perawatan,” ungkap Fadly tentang keunggulan layanan kliniknya. (Dikutip dari : SWA.co.id)

Berkat strategi marketing yang diterapkannya, tak ayal berbagai penghargaan pun diterimanya mulai dari Top Brand Award, Marketing Award, Social Media Award hingga penghargaan bertaraf internasional sebagai “The Fastest Growing Company” (Sumber : Kontan).  Dengan memanfaatkan strategi Omnichannel tersebut maka Zap Clinic berhasil menjadi Market Leader saat ini di industri kecantikan dan meraih penghargaan Marketeers Omni Brand Awards 2019.

Vice President Sales & Marketing ZAP Clinic Feriani Chung mengatakan, omnichannel membutuhkan kemampuan ekstra bagi pemain untuk membangun koneksi serta pengalaman customer melalui multichanel (online dan offline). Strategi ini harus memberikan nilai serta ikatan emosional yang kuat.

Persoalan loyalitas konsumen turut dijaga ZAP dengan memberikan gimmick menarik bagi klien lama yang mereferensikan ZAP kepada sahabat mereka. Klien baru yang mendaftar akan mendapatkan lip matte dari ZAP. Sementara, klien yang mereferensikan akan memperoleh poin. Tak heran, klien baru terus bermunculan dari cara referralHal ini menandakan loyalitas klien yang kian meningkat.

Hal ini sejalan dengan apa yang telah dikatakan Peter Drucker, yang dijuluki sebagai pakar manajemen terbesar di abad 20  : “Marketing and Innovation are the two chief functions of business. You get paid for creating a customer, which is marketing. And you get paid for creating a new dimension of performance, which is innovation. Everything else is a cost.”

 

Bersambung ke : Analisa Strategi Marketing Zap Clinic Menggarap Pangsa Pasar Pria.